Tampilkan postingan dengan label kanker. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kanker. Tampilkan semua postingan
Jumat, 13 Desember 2013
Pemiliknya Merokok Hewan Peliharaan pun Bisa Kena Kanker
Bahaya kesehatan pada perokok pasif sudah banyak dibahas oleh ahli kesehatan. Namun tidak banyak yang menyadari bahwa rokok juga bisa membahayakan hewan peliharaan. Kucing dan anjing yang pemiliknya merokok dua kali lebih mungkin mengembangkan beberapa jenis kanker.

"Sebagai pemilik hewan peliharaan, saya tahu bagaimana pentingnya memiliki mereka. Beberapa orang mungkin tidak menyadari bahwa merokok di sekitar hewan peliharaan akan mempengaruhi kesehatannya," kata Val Mills, pemimpin tim Buckinghamshire SmokeFree Support Service, seperti dilansir Daily Mail.
Anjing yang terpapar asap rokok jauh lebih mungkin mengembangkan kanker hidung dan paru dibandingkan anjing yang tidak terpapar asap rokok. Tak hanya hewan berkaki empat, hewan-hewan kecil dan burung juga dapat terpengaruh karena sangat sensitif terhadap asap.
Penelitian sebelumnya, oleh Tufts University, Boston, Amerika Serikat, juga menemukan bahwa kucing yang hidup dengan perokok dua kali lebih mungkin mengembangkan Feline Lymphoma, kanker darah dan sistem kekebalan tubuh yang cukup serius.
Sebelum adanya penelitian tersebut, hal itu dianggap jenis kanker yang disebabkan oleh virus feline leukemia. Tetapi hasilnya menunjukkan bahwa paparan faktor lingkungan, seperti asap rokok pasif, telah menghancurkan konsekuensi bagi kucing.
Hal ini bisa terjadi karena kucing menelan debu terkontaminasi, jelaga, abu dan juga nikotin yang menempel di bulunya. Mills juga memperingatkan bahwa perokok harus menyadari bahaya hewan peliharaan yang sengaja menelan puntung rokok. Dia mengklaim kondisi ini dapat menyebabkan keracunan, yang dalam kasus parah bisa berakibat fatal.
Namun, pemilik yang merokok bukanlah satu-satunya yang membuat kesehatan hewan peliharaan berisiko. Sebuah studi oleh Association for Pet Obesity Prevention and Mars Incoporated’s Banfield Pet Hospital mengungkapkan bahwa setengah dari kucing dan anjing di Amerika Serikat kelebihan berat badan atau obesitas karena kebanyakan makan dan tidak diberi cukup berolahraga oleh pemiliknya.
Akibatnya, hewan peliharaan lebih cenderung untuk mengembangkan kanker, diabetes, arthritis, dan gagal ginjal, layaknya manusia yang kegemukan.
Sumber :
health.detik.com
ReadFull Article ..
"Sebagai pemilik hewan peliharaan, saya tahu bagaimana pentingnya memiliki mereka. Beberapa orang mungkin tidak menyadari bahwa merokok di sekitar hewan peliharaan akan mempengaruhi kesehatannya," kata Val Mills, pemimpin tim Buckinghamshire SmokeFree Support Service, seperti dilansir Daily Mail.
Anjing yang terpapar asap rokok jauh lebih mungkin mengembangkan kanker hidung dan paru dibandingkan anjing yang tidak terpapar asap rokok. Tak hanya hewan berkaki empat, hewan-hewan kecil dan burung juga dapat terpengaruh karena sangat sensitif terhadap asap.
Penelitian sebelumnya, oleh Tufts University, Boston, Amerika Serikat, juga menemukan bahwa kucing yang hidup dengan perokok dua kali lebih mungkin mengembangkan Feline Lymphoma, kanker darah dan sistem kekebalan tubuh yang cukup serius.
Sebelum adanya penelitian tersebut, hal itu dianggap jenis kanker yang disebabkan oleh virus feline leukemia. Tetapi hasilnya menunjukkan bahwa paparan faktor lingkungan, seperti asap rokok pasif, telah menghancurkan konsekuensi bagi kucing.
Hal ini bisa terjadi karena kucing menelan debu terkontaminasi, jelaga, abu dan juga nikotin yang menempel di bulunya. Mills juga memperingatkan bahwa perokok harus menyadari bahaya hewan peliharaan yang sengaja menelan puntung rokok. Dia mengklaim kondisi ini dapat menyebabkan keracunan, yang dalam kasus parah bisa berakibat fatal.
Namun, pemilik yang merokok bukanlah satu-satunya yang membuat kesehatan hewan peliharaan berisiko. Sebuah studi oleh Association for Pet Obesity Prevention and Mars Incoporated’s Banfield Pet Hospital mengungkapkan bahwa setengah dari kucing dan anjing di Amerika Serikat kelebihan berat badan atau obesitas karena kebanyakan makan dan tidak diberi cukup berolahraga oleh pemiliknya.
Akibatnya, hewan peliharaan lebih cenderung untuk mengembangkan kanker, diabetes, arthritis, dan gagal ginjal, layaknya manusia yang kegemukan.
Sumber :
health.detik.com
Label:
bisa,
hewan,
kanker,
kena,
merokok,
peliharaan,
pemiliknya,
pun
Senin, 14 Oktober 2013
4 Makanan Penyebab Kanker
Adakah makanan yang bisa menyebabkan kanker, jawabnya belum pernah ada kecuali cuma dugaan saja. Termasuk 4 makanan berikut ini yang bisa memicu penyakit kanker.
Makanan Pemicu Kanker.
1. Sate.
Yang dimaksud adalah mengenai cara memasaknya. Memasak yang kurang tepat bisa jadi pemicu kanker. Bila kita membakar daging (sate) di atas api dengan suu tinggi, maka akan terbentuk senayawa HCA atau Amina Heterosiklis.
HCA ini merupakan reaksi protein hewani selama proses memasak dan diduga sebagai radikal bebas yang dapat mencetuskan sakit kanker.
Cara aman mengkonsumsi daging ya dimasak, dikukus, direbus secara perlahan agar tidak menghasilkan HCA.
2. Teh Celup.
Yang dimaksud bukan tehnya, namun pembungkus teh celup tersebut yang biasanya terbuat dari bahan yang mengandung klorin.
Klorin adalah suatu zat kimia yang biasa digunakan pada industri kertas sebagai pemutih dan disinfektan kertas. Nah, klorin yang terdapat dalam pembugkus teh celup tadi larut dan jumlahnya besar, kemungkinan bisa memicu kanker.
Cara amannya adalah dengan mencelupkan teh celup tidak lebih dari 3 menit kemudian diambil dari gelasnya.
3. Makanan yang Diawetkan.
Diduga, sodium nitrat akan terdapat dalam semua makanan yang mengandung pengawet yang berperan membentuk komponen N-Nitroso semacam zat karsinogenik.
4. Pemanis Buatan atau Aspartame.
Aspartame merupakan suatu pemanis buatan rendah kalori yang biasa digunakan sebagai pengganti gula untuk penderita diabetes,sebagai pemanis pada berbagai makanan dalam kemasan.
Cara aman ya pilih saja pemanis buatan yang sudah diapprove oleh pemerintah.
Cara Mencegah Kanker.
Selain hati-hati terhadap makanan yang akan dikonsumsi (selektif), cara terbaik lain adalah:
1. Menjaga pola hidup sehat dan seimbang.
2. Hindari kebiasaan buruk seperti merokok dan alkohol.
3. Jangan terlalu banyak mengkonsumsi makanan berpengawet.
4. Mengkonsumsi sayuran hijau.
5. Mengkonsumsi buah yang banyak mengandung vitamin A, Beta Karoten, C dan vitamin E.
ReadFull Article ..
Makanan Pemicu Kanker.
1. Sate.
Yang dimaksud adalah mengenai cara memasaknya. Memasak yang kurang tepat bisa jadi pemicu kanker. Bila kita membakar daging (sate) di atas api dengan suu tinggi, maka akan terbentuk senayawa HCA atau Amina Heterosiklis.
HCA ini merupakan reaksi protein hewani selama proses memasak dan diduga sebagai radikal bebas yang dapat mencetuskan sakit kanker.
Cara aman mengkonsumsi daging ya dimasak, dikukus, direbus secara perlahan agar tidak menghasilkan HCA.
2. Teh Celup.
Yang dimaksud bukan tehnya, namun pembungkus teh celup tersebut yang biasanya terbuat dari bahan yang mengandung klorin.
Klorin adalah suatu zat kimia yang biasa digunakan pada industri kertas sebagai pemutih dan disinfektan kertas. Nah, klorin yang terdapat dalam pembugkus teh celup tadi larut dan jumlahnya besar, kemungkinan bisa memicu kanker.
Cara amannya adalah dengan mencelupkan teh celup tidak lebih dari 3 menit kemudian diambil dari gelasnya.
3. Makanan yang Diawetkan.
Diduga, sodium nitrat akan terdapat dalam semua makanan yang mengandung pengawet yang berperan membentuk komponen N-Nitroso semacam zat karsinogenik.
4. Pemanis Buatan atau Aspartame.
Aspartame merupakan suatu pemanis buatan rendah kalori yang biasa digunakan sebagai pengganti gula untuk penderita diabetes,sebagai pemanis pada berbagai makanan dalam kemasan.
Cara aman ya pilih saja pemanis buatan yang sudah diapprove oleh pemerintah.
Cara Mencegah Kanker.
Selain hati-hati terhadap makanan yang akan dikonsumsi (selektif), cara terbaik lain adalah:
1. Menjaga pola hidup sehat dan seimbang.
2. Hindari kebiasaan buruk seperti merokok dan alkohol.
3. Jangan terlalu banyak mengkonsumsi makanan berpengawet.
4. Mengkonsumsi sayuran hijau.
5. Mengkonsumsi buah yang banyak mengandung vitamin A, Beta Karoten, C dan vitamin E.
Langganan:
Postingan (Atom)